enam langkah memilih Program Studi dan Perguruan Tinggi

Pendidikan Tinggi adalah investasi masa depan sehingga ada yang bertanya tentang ”versi sulit memilih Perguruan Tinggi” sebagai reaksi dari pembaca blogger yang membaca tulisan diblog pada tanggal 10 Maret 2008 "tak sulit memilih perguruan tinggi" (lihat artikel).

1. PELAJARI MINAT,BAKAT dan HOBBY (Dorongan dari dalam diri) atau PROSPEK MASA DEPAN (Tarikan dari luar diri) yang akan melandasi pilihan Program Studi/Jurusan..

Diskusikan dengan orang tua dan Guru dan bila perlu lakukan psikotest sehingga tidak terjebak pada langkah ikut-ikutan..

2. POTRET PTN dan PTS YANG MENGELOLA JURUSAN YANG DIPILIH mulai dari Perguruan Tinggi didalam kota, luar kota dan bila perlu luar negeri

Lihat Direktori yang dkeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional atau Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau terbitan Lembaga lain yang kompeten

3. EVALUASI KUALITAS PROGRAM STUDI

Cari, rekam informasi dan evaluasi dengan teliti (a) Kemampuan lulusan yang bekerja di perusahaan atau bagaimana penilaian perusahaan terhadap lulusan Perguruan Tinggi tersebut (b) Akreditasi Program Studi/Jurusan yang dipilih (c) Jurnal ilmiah yang diterbitkan dan keterlibatan Dosen Tetap dalam menulis(d) Laboratorium (e) Ruang Dosen Tetap

4. EVALUASI KUALITAS PERGURUAN TINGGI

Cari, rekam dan evalusai (a) Reputasi Lembaga dalam kegiatan diluar kampus yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan keilmuan (b) Luas ruang dan dukungan Teknologi Informasi yang ada di Perpustakaan (c) Ketersediaan Internet/Intranet/Hot spot (d) Suasana Akademik (e) Kerjasama Institusi yang ada

5. EVALUASI VISI PERGURUAN TINGGI dan PROGRAM STUDI

Cari, rekam dan evaluasi pandangan kedepan Pengelola Perguruan Tinggi dan Program Studi yang akan mempengaruhi posisi lulusan dimasa depan

6. PEHITUNGKAN LOKASI dan BIAYA KULIAH

Hitung dengan cermat (a) Biaya tiap semester dan biaya total sampai lulus, dan (b) Biaya setiap bulan untuk menuju kampus




Selengkapnya.....

26 hAri meNjelang UAN


Sudah buat dan tulis Tujuan dan Target 1 bulan yang akan datang ?
UDAH TAPI BELUM DITULIS !
Kenapa ?
Kalau besok, besok.. dan besok. lagi suntuk, siapa yang ingetin untuk belajar
Kalau besok, besok..dan besok, lagi bengong, siapa yang bangunin buat belajar
Apa yakin kalau seminggu lagi ngak lupa ???????

Sudah buat dan tulis Tujuan dan Target 26 hari lagi?
"BELUM"
Kenapa ?
Kalau tujuan dan target 10 tahun yang akan datang, masa bodo aja......... masih ada waktu
Ini persoalan 26 hari lagi yang bakal nentuin tahun depan!
Apakah mau ikut Ujian paket C..........
Atau mau sekelas ame pacar atau adik tahun depan ............
Atau mau nganggur aja..................

Sudah buat dan tulis Tujuan dan Target 26 hari lagi?
"NGAK YAKIN NIH"
Kenapa ?
Apakah bentuk kepalanya beda ame yang lain
Apakah mau minta dikasihanin aje ....... aduh cayang, lempar bendera putih aja yuuuk!!!!!!!!!

Jangan cari-cari alasan lagi
Pokoknye ambil kertas yang gedeeeeeee
Pokoknye Tulis yang gedeeeeeeeeee
SAYA HARUS LULUS UJIAN UAN
TARGET NILAI RATA-RATA 5.25....6....7....???? tulis yang yakin
TARGET NILAI MATEMATIKA 6....6.5.....???? tulis yang yakin
TARGET NILAI BAHASA INDONESIA 7....7.5....8....??? tulis yang yakin
TARGET NILAI BIOLOGI 5.25.....6.....7.25....??? tulis yang yakin
TARGET NILAI FISIKA 6.....6.5.....7......? tulis yang yakin
TARGET NILAI BAHASA INGGRIS 5.5......6.....10???? tulis yang yakin
TARGET NILAI KIMIA 6......7....8???? tulis yang yakin
Turunin dulu gambar lain yang dikamar
Tempel deh tulisan tadi
Liat sampe puas
Angkat tangan dan berdoa
Ya ALLAH Tambahkan IlmuMU kepadaku
Ya ALLAH Mudahkan bagiku untuk memahami ilmuMU
Ya ALLAH kuatkan hatiku untuk melawan rintangan

Kalau lagi cape, tidur dulu tapi pasang alarm 2 jam lagi bangun
Kalau masih seger kerjakan soal pelajaran yang gampang dulu

KALAU ADA KEMAUAN SELALU ADA JALAN
ALLAH YANG MAHA PENGASIH AKAN MENGABULKAN DOAMU
ALLAH YANG MAHA PENYAYANG AKAN MENGABULKAN DOA ORANGTUAMU
Selengkapnya.....

27 hAri menJelanG UAN

Kalau sepakat dengan target harus lulus UAN

Kalau sepakat akan memberikan tangisan bahagia buat OrTu kalau UAN diumumin

Ambil Spidol dan selembar kertas seadanya atau sebaiknya ukuran minimal A3

Tulis dengan huruf besar dan mudah dibaca


SAYA HARUS LULUS UAN 2008

TARGET NILAI RATA-RATA UAN ..........

TARGET NILAI MATEMATIKA ..........

TARGET NILAI FISIKA ..........

TARGET NILAI BAHASA INDONESIA ..........

TARGET NILAI BIOLOGI ..........

TARGET NILAI BAHASA INGGRIS ..........

SAYA AKAN MEMBUAT KELUARGA dan ORTU BANGGGA

Tulis Nama dan kasih tandatangan

Buang semua tempelan yang ada dikamar ganti dengan tempelan diatas

Coba bayangin, main bola tanpa gawang

Orang akan lari, giring bola kemana saja yang disukainya ..... ngak ada arah yang benar

Coba bayangin, main bola tanpa tahu berapa selisih gol yang harus dimasukin agar menang

Ada yang lariiiii , ada yang duduk .....dan ada berdiri .........

Coba bayangin, main bola tanpa batasan waktu

Ada yang kecapean, ada yang kesel ......... dan ada yang marah-marah ..............

Gawang adalah TUJUAN , yaitu LULUS UJIAN

Selisih gol adalah TARGET, yaitu NILAI RATA RATA dan NILAI SETIAP MATAPELAJARAN

Jangan rmimpi menang main bola kalau ngak berani nentuin selisih gol yang harus dicapai

Jangan mimpi lulus kalau ngak berani nentuin target nilai

Jangan tulis nilai ketinggian (10) kalau selama ini kurang doyan belajar

Jangan tulis nilai 5.25 kalau yang sekolahannya kebanjiran juga tulis target sama

Jangan tulis nilai 5.6 kalau tahu pacar punya target sama

Tulis target nilai yang bikin nafsu belajar naik.........

Tulis target nilai yang bikin semangat membara........

Tulis target nilai yang bikin inget ame ALLAH dan OrTu........

Tulis target nilai yang bikin lupa ame ngobrol dan nongkrong ......

ALLAH TIDAK AKAN MERUBAH NASIB KAMU KALAU KAMU SENDIRI TIDAK BERUSAHA MENGUBAHNYA

KETIKA ORANG TERLELAP TIIDUR, ORANG TUA MERATAP KEPADA ALLAH YANG MENGUASAI ALAM

’YA ALLAH BETAPA HAMBAMU LEMAH DAN TIDAK MEMILIKI KEMAMPUAN”

”YA ALLAH BIMBINGLAH ANAK KAMI MENGGAPAI CITA-CITANYA”

HANYA DERAIAN MATA YANG MENEMANI DOA ORANG TUA DITENGAH MALAM



Selengkapnya.....

Reuni(1) - Kemampuan Menertawakan Diri Sendiri


Reuni adalah terjemahan dari kata reunion berarti penyatuan kembali yang mengandung makna menyatukan kembali hubungan yang pernah terjadi dan kemudian terputus (artinya tidak sengaja diputus) karena banyak sebab. Ada beberapa pelajaran dan kesan yang muncul pada saat reuni.

Kemampuan menertawakan keanehan, kebodohan atau kenakalan sendiri yang pernah dibuat. Tidak ada seorang manusia yang sudah mencapai kondisi sempurna selama masih berada di kolong langit ini, semua orang sedang berusaha untuk mencapai kondisi sempurna. Bukan hal yang aneh, kalau dalam acara reuni, setiap orang menceritakan hal-hal aneh, bodoh atau salah yang dilakukan orang lain yang kemudian disambut tawa dan hanya tawa. Tidak ada sakit hati, semua bergembira. Namun diantara tawa dan kegembiran yang muncul, sangat menarik dikaji ketika ada teman yang menceritakan hal aneh, bodoh atau salah yang pernah dibuat dimasa lalunya. Apakah teman tersebut goblok, aneh atau memiliki kepribadian yang belum dewasa ? TIDAK, TIDAK ! justru teman tersebut adalah PRIBADI LUAR BIASA, Mengapa ? Karena teman tersebut MAU dan BERANI menceritakan kebodohan dan kesalahan masa lalu yang DIYAKINI TIDAK DIULANG LAGI saat ini. Bukankah pribadi tersebut sekarang langka disekeliling kita ? Coba deh perhatikan ! Ketika akal sehat sederhana menyatakan seseorang sudah tidak pantas menjabat karena ada indikasi korupsi, melindungi bawahan yang korupsi, hartanya telah meningkat berpuluh kali lipat dengan masa jabatan yang singkat, terlibat perselingkuhan, melakukan politik uang untuk menduduki jabatan, atau ... atau... lainnya selalu ada jawaban yang mengingkarinya ........ sebelum ada keputusan hukum yang mengikat......., apa akan menyelesaikan masalah kalau saya mundur.........., ada indikasi pencemaran nama baik dari lawan poltik, atau... atau lainnya........... Ternyata MAU dan BERANI menyatakan kekeliruan adalah SYARAT PERLU untuk bisa menjadi Pribadi yang berubah ditambah beberapa SYARAT CUKUP lainnya


Selengkapnya.....

UnTuk yang laGi nyiaPin UAN









Dhika, SmuTh - Bandung

Apakah sulit nginget kondisi teman-teman yang nggak lulus SD atau SMP

Apakah sulit nginget dah tiga tahun bersusah payah hidup di sekolahan

Apakah sulit ngebayangin hidup tahun depan kalau tidak lulus UAN

Apakah sulit ngebayangin hidup sendiri tahun depan karena yang lainnya sedang sekolah

Apakah nggak pernah liat gimana sumpeknya orang yang nggak kesekolah

Apakah nggak pernah liat gimana susahnya orang yang nggak makan sekolahan

Emangnya ortu akan hidup terus, gimana kalau besok meninggal ...?

Kalaupun ortu panjang umur, emang enak kalau nganggur karena nggak lulus UAN...?

Emangnya duit ortu nggak bakalan habis? gimane kalau besok ludes ...?

Kalaupun duit ortu masih ada, emang enak disebut pengangguran tukang ngabisin duit...?

Bukan karena ortu galak atau baik yang bikin kamu lulus

Bukan karena guru nyebelin atau nggak nyebelin yang bikin kamu lulus

Bukan karena temen ngedukung atau nggak yang bikin kamu lulus

Bukan karena sulit atau mudahnya soal UAN yang bikin kamu lulus

Jangan lagi berandai – andai...

Jangan lagi berkeluh kesah

Kalau hanya mata yang mengantuk, gampang bikin melek lagi kalau kamu mauuuu

Kalau hanya badan yang cape, gampang bikin fit lagi kalau kamu mauuuu

Kamu sendiri yang mutusin mau LULUS atau TIDAK LULUS

Kamu sendiri yang mutusin mau SEKOLAH atau TIDAK SEKOLAH tahun depan

Ambil buku, BELAJAR, BERDOA .............dan BELAJAR, BERDOA ............


QS. Al 'Ashr ; 1-3

” Demi Waktu, Sesunguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang YAKIN (akan Kasih Sayang, Kebesaran, KeMahaKuasaan) ALLAH dan saling mengingatkan untuk melakukan yang BAIK dan BENAR dengan penuh SABAR ”

Selengkapnya.....

Tak sulit, memilih Perguruan Tinggi berkualitas


(SMART News – Tabloid Referensi Pendidikan, Edisi i, Tahun 1, Maret 2008)
Mencari perguruan tinggi (PT) yang berkualitas itu sebenarnya mudah, dan dapat dilihat dengan kasat mata. Tak percaya? Coba ikuti langkah ini, datangi kampus, lihat ruang dosen tetapnya yang tidak memiliki jabatan struktural. Lantas, perhatikan laboratoriumnya, bagaimana dengan hasil karya penelitian. Itu saja kok. Bila kedua faktor itu sudah tercukupi dan tertata dengan baik oleh PT tersebut, itu sudah merupakan indikasi bahwa PT tersebut berkualitas.


"Kalau saya ditanya bagaimana memilih perguruan tinggi yang baik, maka yang akan saya sarankan kepada calon mahasiswa ataupun orang tua adalah lihat ruang dosen tetapnya. Sebab, PT hanya bisa maju kalau dosen tetapnya banyak, atau dengan kata lain cukup proporsional," kata dosen Universitas Indonusa Esa Unggul,lr. Aziz Luthfi, M.Sc. Aziz dalam percakapan dengan smart news di ruang kerjanya.
Komposisi jumlah dosen tetap yang ideal jika mengacu kepada standar pemerintah untuk jurusan eksakta adalah 1:25, dan jurusan sosial 1:30. Artinya, pada jurusan eksakta, bila jumlah mahasiswanya ada 25 orang maka dosen tetapnya mini¬mal harus 1 orang. "Hitung saja jumlah dosen tetapnya. Kalau jumlah mahasiswanya 1.000, berarti dosen tetapnya harus ada 40," ucapnya. Menurut Aziz, fungsi dosen tetap di sini adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di samping untuk mengawal proses pendidikan itu sendiri. Kalau bukan dosen tetap yang mengembangkan dan mengawal proses transfer knowledge (pengetahuan), lantas siapa lagi. Itu sebabnya PT yang memiliki dosen tetap banyak merupakan jaminan kualitas PT tersebut.

Dosen tetap yang dimaksud adalah yang tidak diserahi jabatan struktural. Kalau semua dosen tetap lari ke struktural siapa yang mengawasi perkembangan ilmu yang diajarkan di PT tersebut? Apakah pendidikan terjamin kalau semua dosen masuk ke struktural? Aziz menyayangkan banyak PT yang menepatkan dosen bergelar profesor pada jabatan struktural, dan itu jumlahnya banyak. "Konsekuensi-nya dipertanyakan siapa yang berperan melakukan pengembangan ilmu di PT tersebut."

Kendati demikian keberadaan dosen tidak tetap (guest lecterer) tetap diperlukan. Fungsinya untuk melengkapi dan memperkaya mahasiswa saat mengimplementasikan ilmunya. Alasannya, dosen tidak tetap yang merupakan para praktisi memiliki pengalaman yang dapat ditularkan kepada mahasiswa. Jumlah dosen tidak tetap ini pun tetap harus proporsional, disesuaikan kebutuhan PT.
Terkait soal efisiensi, Aziz menilai, efisiensi perlu dilakukan. Apalagi untuk perguruan tinggi swasta (PTS) yang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah, efisiensi sangat diperlukan agar bisa tetap survive. Namun efisiensi tak harus dilakukan dengan mengurangi dosen tetap dan memperbanyak dosen tidak tetap karena kedua-duanya sama-sama dibutuhkan.

Indikator ke-2 untuk menilai kualitas PT adalah kelengkapan fasilitas laboratorium. Sering kali calon mahasiswa atau orang tua sudah merasa cukup dan mengetahui kualitas PT dengan hanya mendengar dari orang lain atau membaca berita.
"Buat saya, kualitas itu riil. Kita bisa melihat langsung ke kampusnya, dengan melihat laboratoriumnya dan jumlah hasil karya penelitiannya," tutur Aziz. Kalau hanya mendengar apa kata orang bagaimana bisa menilai kualitas PT. Ibaratnya, sebagai orang komunikasi, yang pandai memainkan kata-kata. "Durian yang sebenarnya kualitasnya jelek, namun karena kepintarannya bermain kata, orang menjadi merasa yakin bahwa durian itu kualitasnya bagus," ucapnya.
Untuk itu, Aziz menyarankan orang tua atau calon mahasiswa untuk datang langsung ke kampus melihat dengan kepala sendiri. Indikatornya sudah jelas dan bisa dilihat dengan kasat mata.

Soal kurikulum, Aziz menilai, pemerintah sudah memberikan kebebasan yang sebesar ¬besarnya kepada PT untuk menyusun kurikulum inti. Dengan kata lain, kurikulum inti ditetapkan oleh PT bersama orang-orang profesional. Pemerintah tidak campur tangan lagi dalam penetapan kurikulum yang berlaku nasional.
"Kecenderungannya sekarang ini kurikulum nasional bobotnya sudah semakin kecil. Alasannya, kompetensi keahlian yang bisa distandarisir oleh pemerintah sangat kecil. Oleh karena itu yang ditonjolkan saat ini adalah komponen lokalnya. Pertanyaannnya adalah mampukah PT mengisi kekosongan," tuturnya.
Dia mencontohkan, ada satu program studi yang kurikulum nasionalnya 70 SKS (satuan kredit semester). Karena untuk mencapai jenjang S1, mahasiswa harus sudah menempuh 144 SKS, maka PT memiliki keleluasan untuk menetapkan kurikulum lokal 70 SKS.
"Nah, kalau PT tersebut tidak diisi orang-orang vang memiliki pikiran yang jauh ke depan, tentu sayang sekali. Kembali saja kita ke sistem yang lama dengan menetapkan seluruhnya lewat kurikulum nasional. Di situlah urgensinya mengapa kualitas PT bisa dilihat dari berapa banyak jumlah dosen tetapnya termasuk yang bergelar profesor yang mengawasi proses perkembangan ilmu di PT.
Selengkapnya.....

For My Lovely Son, Dhika...



Mendampingi Anak Merajut Masa Depannya

”Nikmati masa kebersamaan dengan anak-anak dan jangan dipusingkan kalau mereka melakukan sesuatu yang mengesalkan”. “Mana mungkin tidak pusing dan kesal, kalau kelakuan anak-anak sulit diberitahu, susah diatur dan sebagainya dan sebagainya. Nggak mungkin, nggak mungkin” Mana yang benar ? Setiap orang punya pengalaman dan pendapat sendiri. Namun pengalaman kami mungkin akan bermanfaat untuk direnungi.

Hari ini, 23 Februari 2008, Dhika, Putera kedua kami memasuki usia 17 tahun, saat yang indah untuk bersamanya bahkan kata orang lebih indah dari ulang tahun yang lalu selama hidup. Kami tidak dapat bersama karena Dhika sekolah di Bandung. Sapaan penuh kegembiraan, canda dan harapan hanya terjadi lewat telepon “SELAMAT ULANG TAHUN ,SAYANG...”.Sesaat kemudian terbayang kejadian 17 belas tahun silam, bungsu kami sangat aktif di dalam perut, bergerak kesana kemari sehingga nyangkut tidak bisa keluar lewat jalan lahir normal. Dokter memutuskan keluar melalui sobekan di perut dan ALHAMDULILLAH bayi mungil lahir dengan berat 4.1 kg. Namun kami harus bersabar dalam kegembiraan karena Hb darah si bungsu turun. ASI dan SINAR MATAHARI yang memancar dengan penuh cinta selama 1 minggu dapat menormalkan kembali Hb darah si bayi mungil dan kami dapat bergembira kembali dengan lepas.

Kami tertawa dan senang ketika si bayi melempar barang yang ada dimeja karena kami tahu si bayi hanya ingin bermain. Kami sedih ketika si bayi menangis karena kami tahu si bayi butuh perhatian. Pokoknya, hanya ada perhatian, senang, tertawa, perhatian, senang dan tertawa, nggak ada yang lain.

Ketika berbicara di telepon pagi hari, Kami sepakat untuk merayakan ulang tahun Dhika yang ke 17 pada tanggal 27 Februari di Bandung bertepatan dengan wisuda kakaknya yang baru lulus dari Jurusan Psikologi UNPAD. Namun, kesepakatan itu tidak serta memupus kerinduan kami untuk bersamanya. Sore hari, walau hujan deras mengguyur kota Tangerang, kami keluar rumah untuk menghibur diri menuju Sumarecon Mall Serpong (SMS). Kami mencoba merekayasa hati dan pikiran seolah Dhika ada bersama kami. Tiba-tiba kami melihat banyak orang tua dan anak-anak sedang menyaksikan pameran Sekolah taman kanak-kanak. Serta – merta ingatan kami kembali menerawang ke-puluhan tahun silam manakala di Lantai I - Sumarecon Mall. Kala itu, Dhika ”Si Pipi Tomat” (panggilan sayangnya ketika kecil) baru berusia 3,5 tahun, Dhika minta masuk sekolah Taman Kanak-Kanak yang berada tidak jauh dari tempat tinggal. Mungkin karena setiap pagi kami selalu mengajak Dhika jalan melalui sekolah tersebut dan sifatnya yang pemberani menimbulkan keinginannya untuk sekolah. Hanya 2 minggu Mamanya dan Mba Eha (pengasuh putera kami) ikut masuk ke kelas, si kecil “pipi tomat” sudah mulai menikmati masa belajar pertamanya di Taman Kanak-kanak Bulog bersama guru dan teman kelas. Tempat bermain dan lingkungan yang nyaman membuat Dhika sangat senang mengeksploitasi dirinya tanpa harus ditemani saya terkecuali pada saat mengantar dan menjemput dari sekolahnya.

Kami tertawa dan senang ketika baju si kecil kotor karena kami tahu si kecil sedang bergembira dengan teman dan mainannya, Kami prihatin ketika si kecil menangis karena kami tahu ada sesuatu yang tidak dia mengerti dan mengganggunya. Pokoknya, hanya ada perhatian, kelucuan, tertawa dan senang.

Sejak Bayi, 2 tahun di Taman Kanak-kanak dan 6 tahun di Sekolah Dasar, Dhika selalu berada dalam jangkauan mata dan perhatian kami. Pagi Sekolah Dasar, siang Sekolah Madrasah dan main bola dengan teman dilingkungan merupakan kegiatan rutinnya. Hampir setiap hari minggu, bersepeda santai, berenang menjadi kesenangan bersama. Ada beberapa kali kami terpaksa meninggalkan Dhika di rumah bersama Nenek karena harus keluar kota, tetapi kontak melalui telepon dan sms selalu kami lakukan. Dhika pandai menyusun kata di sms untuk menyatakan perasaan dan keadaan selama kami tinggal. Suatu hari, ketika masa ujian akhir Sekolah Dasar sudah dekat, Dhika pulang dari rumah om Irfan (adik ipar kami) dengan membawa brosur Al-Kautsar Boarding School dan minta sekolah di Sukabumi. Walau kami tidak pernah mengarahkan atau menganjurkan Dhika untuk sekolah ber-asrama, mungkin Dhika ingin mengikukti jejak kakaknya yang sekolah di SMU Dwiwarna, Bogor. Untuk menyakinkan niatnya, kami ajak Dhika mengunjugi sekolah tersebut yang jauh dari keramaian kota dibawah kaki gunung salak namun memiliki fasilitas yang sangat baik. Keinginannya tidak surut bahkan ketika orang tua diwawancara pada saat pendaftaran, saat itu Dhika bilang ”kalau Dhika nggak diterima pasti karena jawaban papa yang nggak mendukung”. Besarnya minat Dhika sekolah di boarding membuat kami terpaksa mencari sekolah boarding yang lain disekitar Bogor, Puncak, Sukabumi dan Bandung untuk sebagai cadangan. Alhamdulillah, niat Dhika terkabulkan dan tibalah saatnya akan berpisah dengan teman-temanya dirumah. Malam itu, Dhika minta dibelikan ayam untuk dibakar bersama temannya. Ketika Dhika bergembira diluar bersama teman-teman, kami didalam sibuk membereskan baju dan perlengkapan yang harus dan boleh dibawa. Perasaan kami, Dhika, nenek, pengasuh dan teman-temannya hanya diri masing-masing yang tahu.

Kami tidak kecewa dan marah ketika nilai rapor Dhika tidak termasuk hitungan apalagi 10 besar karena kami tahu Dhika telah berusaha dan masih terus berkembang, Kami tidak kecewa dan marah ketika Dhika tidak diterima di SMP Unggulan karena kami telah memberi kebebasan memilih dan Boarding School adalah pilihannya, Kami tidak kecewa dan marah ketika Dhika mengecat rambutnya karena kami tahu ’Meniru’ adalah salah satu ciri anak-anak. Pokoknya kami selalu bersamanya, menerima kelakuannya tanpa mempermasalahkan dan pada kesempatan yang santai kami berdiskusi bukan menilai/menggurui tentang tindakan/keputusannya yang lalu.

Kami boleh menginap di asrama selama satu malam setelah mengantar Dhika pertama kali ke asrama dan besoknya kami harus pulang dengan linangan air mata. Setiap berpisah dengan Dhika, kami berpelukan, melambaikan tangan, mengucurkan air mata, dan mendengar rintihan panggilannya ”Papa.......... Mama.........” (menyiratkan kalau dia tidak ingin ditinggal). Setiap minggu dalam tiga bulan pertama kejadian memilukan berulang terus. Detik, menit, hari, bulan dan tahun berlalu. Akhirnya, tidak ada lagi kejadian manis seperti ketika Dhika pertama kali masuk asrama. Kami hanya mendengar dan mengetahui, Dhika bangun shalat shubuh ke masjid, mandi, membereskan kamar tidurnya, meletakkan pakaian kotor ditempatnya, makan bersama, sekolah, mengambil pakaian bersih di Laundry sekolah dan membereskan kembali ke lemarinya. Bermain basket diantara teman kelas yang badannya yang jauh lebih tinggi dan mewakili sekolah dalam lomba basket antar SMP se Sukabumi. Berenang diantara kesibukan belajarnya dan mewakili sekolah dan daerah Sukabumi dalam Lomba Renang di Bandung. Setiap bulan kami mengunjunginya dan membawa pulang untuk kumpul bersama kami. Dhika telah tumbuh menjadi dirinya sendirinya, Dhika selalu bercerita tentang yang terjadi dan tidak lupa dengan menyelipkan pandangan dan sikapnya.

Kami tidak kecewa dan marah dengan keputusannya yang kemudian tidak bisa dijalani oleh Dhika, kata dan sikap kami tidak menyiratkan kekecewaan, karena kami tahu Dhika telah kami biarkan membuat keputusan untuk dirinya dan kami harus tetap disampingnya untuk meneguhkan dan mengarahkan aktifitas yang harus dilakukan untuk menunjang keputusan yang telah dibuatnya sendiri.

Lulus SMP Al-Kautsar, Dhika membuat keputusan untuk tetap sekolah berasrama. Kami mengunjugi SMU Muthohari Bandung, MAN Insan Cendekia dan melihat brosur SMU Nurul Fikir di Anyer, SMU Nusantara di Malang. Diantara pilihan yang ada, Dhika memilih SMU Muthohari Bandung. Pilihan Dhika sesuai dengan saran kakaknya,Andhit, kepada kami ”Pa, Dhika sekolah di SMP dalam lingkungan dengan interaksi yang minimal dengan lingkungan (masyarakat). Sebaiknya interaksi Dhika dengan lingkungan mulai ditingkatkan secara selektif, diperkenalkan dengan lebih baik untuk pilih Muthohari karena konsep asrama yang diterapkan tetap berinterkasi dengan masyarakat yang telah bekerjsama dengan Muthohari dalam membina anak-anak”. Kali ini, tidak ada deraian air mata pada saat kami berpisah ,tapi terus terang kekhawatiran karena wilayah Kiaracondong dalam ingatan kami penuh dengan hal-hal yang berbau kenakalan. Kami hanya berpesan ”Jauhi 5 hal, Jangan main perempuan, Jangan madat/narkoba, Jangan mabuk-mabukan, Jangan berjudi, Jangan mencuri”.

Kami tidak kecewa dan marah ketika biaya pulsa bulan pertama dan kedua di Bandung, biaya pulsa Hp-nya diatas Rp 1 juta karena kami tahu Dhika sedang berusaha untuk beradaptasi. Kami tidak kecewa dan marah ketika nilai rapornya dibawah rata-rata karena kami tahu setiap orang tidak mungkin menguasai banyak hal. Kami tidak marah dan kecewa ketika Dhika punya pacar, karena kami tahu Dhika butuh teman untuk memotivasi dirinya dalam belajar. Kami tidak kecewa dan marah ketika motornya hilang karena kami tahu Dhika belum mengubah perilakunya untuk hidup tertib seperti kami.

Apa hasilnya dari pola hubungan yang kami bangun selama ini ? Ketika makan bersama di Mc Donald setelah menghadiri wisuda kakaknya, Dhika bercerita :

  1. Dhika selalu berusaha untuk menghormati guru dan menyayangi teman, tapi Dhika mengambil sikap tegas untuk tidak menerima teman-teman yang datang ketempat kost untuk bermain kecuali untuk belajar.
  2. Dhika mengajak teman kelasnya makan untuk merayakan ultah Dhika dan sebelum pulang Dhika bicara seperti yang suka papa contohkan, kalau sehabis makan-makan dengan staf Eksekutif ”Saya ngajak teman teman makan bukan karena saya banyak uang, tetapi saya ingin menunjukkan bahwa saya butuh kalian seperti halnya kalian butuh saya untuk bersama-sama kita mempersiapkan Ujian Akhir Nasional, Jangan pernah merasa dibebani apabila guru meminta kita lebih rajin mengerjakan soal, tapi jadikanlah semuanya sebagai sebuah kesenangan

Waktu bersamanya memang tidak banyak, tapi kami telah berusaha untuk menikmati sebanyak mungkin. Doa yang selalu kami panjatkan ”Ya ALLAH betapa kami memiliki banyak kekurangan dan kelemahan dalam membimbing anak anak kami, oleh karena itu Ya ALLAH Lindungi anak kami dari Fitnah Dunia dan Akhirat, Mudahkan jalannya untuk menempuh cita-cita tapi jangan Engkau biarkan Dia menjauhi-MU, Bimbinglah anak-anak kami untuk selalu mengingat-MU”.

Kami telah diinspirasikan oleh ungkapan Dorothy Law Nolte berikut ini,

  • Kalau seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum
  • Kalau seorang anak hidup dalam permusuhan, ia akan belajar kekerasan
  • Kalau seorang anak hidup dengan olokan, ia akan belajar menjadi malu
  • Kalau seorang anak hidup dengan rasa malu, ia belajar merasa bersalah
  • Kalau seorang anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri
  • Kalau seorang anak hidup dengan keadilan, ia belajar menjalankan keadilan
  • Kalau seorang anak hidup dengan ketenteraman, ia belajar tentang iman
  • Kalau seorang anak hidup dengan dukungan, ia belajar menyukai dirinya sendiri
  • Kalau seorang anak hidup dengan penerimaan serta persahabatan, ia belajar mencintai dunia

Selamat Ulang Tahun sayang, Selamat berjuang ...
Doa kami senantiasa bersamamu
Rabbana hablana min zurriyyatina. Innaka Antal Wahhab
Robbijalni zurriyati min ibadikassholihin
Amin .Amin Ya Robbal alamin

Selengkapnya.....