Reuni(1) - Kemampuan Menertawakan Diri Sendiri


Reuni adalah terjemahan dari kata reunion berarti penyatuan kembali yang mengandung makna menyatukan kembali hubungan yang pernah terjadi dan kemudian terputus (artinya tidak sengaja diputus) karena banyak sebab. Ada beberapa pelajaran dan kesan yang muncul pada saat reuni.

Kemampuan menertawakan keanehan, kebodohan atau kenakalan sendiri yang pernah dibuat. Tidak ada seorang manusia yang sudah mencapai kondisi sempurna selama masih berada di kolong langit ini, semua orang sedang berusaha untuk mencapai kondisi sempurna. Bukan hal yang aneh, kalau dalam acara reuni, setiap orang menceritakan hal-hal aneh, bodoh atau salah yang dilakukan orang lain yang kemudian disambut tawa dan hanya tawa. Tidak ada sakit hati, semua bergembira. Namun diantara tawa dan kegembiran yang muncul, sangat menarik dikaji ketika ada teman yang menceritakan hal aneh, bodoh atau salah yang pernah dibuat dimasa lalunya. Apakah teman tersebut goblok, aneh atau memiliki kepribadian yang belum dewasa ? TIDAK, TIDAK ! justru teman tersebut adalah PRIBADI LUAR BIASA, Mengapa ? Karena teman tersebut MAU dan BERANI menceritakan kebodohan dan kesalahan masa lalu yang DIYAKINI TIDAK DIULANG LAGI saat ini. Bukankah pribadi tersebut sekarang langka disekeliling kita ? Coba deh perhatikan ! Ketika akal sehat sederhana menyatakan seseorang sudah tidak pantas menjabat karena ada indikasi korupsi, melindungi bawahan yang korupsi, hartanya telah meningkat berpuluh kali lipat dengan masa jabatan yang singkat, terlibat perselingkuhan, melakukan politik uang untuk menduduki jabatan, atau ... atau... lainnya selalu ada jawaban yang mengingkarinya ........ sebelum ada keputusan hukum yang mengikat......., apa akan menyelesaikan masalah kalau saya mundur.........., ada indikasi pencemaran nama baik dari lawan poltik, atau... atau lainnya........... Ternyata MAU dan BERANI menyatakan kekeliruan adalah SYARAT PERLU untuk bisa menjadi Pribadi yang berubah ditambah beberapa SYARAT CUKUP lainnya


No comments: